ISTIQOMAH (Inspiratif, Spirit, Taat, Ilmu, Qurani, Amanah, Mahmudah, Amal dan Hikmah)
INSPIRATIF : Menjadi inspirasi bagi dunia Pendidikan
SPIRIT : Selalu bersemangat dalam menjalankan tugas
TAAT : Menghiasi diri dengan ketaatan kepada Allah dan Keikhlasan
ILMU : Membekali diri dengan ilmu dan mengajarkannya dengan tulus
QURANI : Membentengi diri dengan al Quran dan hidup bersamanya
AMANAH : Berpegang teguh terhadap kewajiban dan tanggung jawab
MAHMUDAH : Membiasakan diri dan menghiasinya dengan akhlak yang mulia
AMAL : Melakukan Perbuatan dengan ikhlas dan membimbing dengan hati
HIKMAH : Bijak dalam bertindak, tegas bersikap dan teladan dalam perilaku.
INSPIRATIF : Sebuah kata motivasi diri yang berhaluan maju, menciptakan pembaharuan dalam kehidupan, menjadikan hidup berwarna dan bermakna. Indah dirasa dan bermanfaat untuk orang lain. Inspirasi akan berpengaruh terhadap kinerja dengan sinergi yang kuat. berkembang dengan pondasi yang kokoh, sisi yang menjalar ke samping dengan kebermanfaatan dan menjulur ke atas sebagai hubungan kuat vertikal kepada Tuhan. Jiwa-jiwa inspiratif tidak nyaman pada keadaan, selalu terusik dengan situasi, pikiran bermain dengan khayal dan fakta, ingin membuktikan sangkaan menjadi kenyataan. kenyataan yang bukan saat ini tetapi kenyataan yang melampaui kekinian. diri terusik dengan kenyataan yang tidak terpuaskan, terus mencari jejak menyusuri aliran-aliran sungai kehidupan, seakan tidak bermuara. terus menyibak tabir, penghalang dan penutup kevakuman diri. bukan ambisius yang tertanam, tetapi kesungguhan (mujahadah) yang mengoptimalkan seluruh pikiran dan kemampuan untuk melakukan pembaharuan dalam hidupnya. Kesungguhan adalah sebuah jalan yang direstui oleh Allah bagi setiap insan yang ingin melakukan perubahan. dan sebuah statement dari Tuhan bahwa sebuah perubahan diri tidak akan terjadi kalau diri itu tidak melakukan perubahan. Bimbingan dan arahan Allah akan didapatkan bagi insan yang bersungguh-sungguh mengadakan sebuah perubahan.
Tentu saja semua ini dimaksudkan untuk perubahan yang positif, bermartabat dan bermanfaat untuk diri dan orang lain. Inspiratif dalam dunia pendidikan suatu keharusan, karena hidup selalu diiringi dengan perubahan. Masa depan adalah masa di mana sangat berbeda dengan kondisi kekinian sehingga memerlukan sebuah konsep diri untuk kebutuhan yang akan datang. Pikiran tidak bisa hanya diselaraskan pada masa kekinian, tetapi harus berpikir melampaui masa kini. Insan yang inspiratif akan menumbuhkan sifat kreatif dan ini akan menjadikan gerak hidup yang optimal dan maksimal. Al Quran mengajarkan agar melakukan pekerjaan dengan maksimal karena dipersaksikan oleh Allah dan para malaikat-Nya, dan sebaik-baik usaha adalah dari pikiran dan buah tangannya sendiri. bukan menjalankan hasil karya orang lain. jika hidup akan menjalankan kreasi orang lain, akan terhambat dari kemajuan berpikir dan berkarya. Jangan menjadi robot-robot yang hebat karena menjalankan program yang telah dibuat. Dia tidak akan bisa berkreasi, karena tidak bisa mencipta walaupun segala usaha dilakukan dengan maksimal, tetapi hanya menjalankan program yang sudah disetting.
Jika hidup ingin bermanfaat, maka harus kreatif sehingga pekerjaan yang dijalankan bervariasi. orang lain akan menikmati pekerjaan yang bervariasi untuk merangsang pertumbuhan pikiran dan perasaannya. Dengan demikian, hidup inspiratif akan memberikan orang lain inspirasi yang terus berkembang. inilah yang dikatakan sebagai “takmir” atau memakmurkan dunia dengan status menjadikan diri sebagai pengambil sikap dan keputusan. Bahasa agama dikenal dengan “Khalifah”. Kenapa Allah begitu perhatian kepada manusia untuk dipercayakan mengelola dunia sebagai takmir, padahal manusia bukan makhluk istimewa saat itu ketimbang makhluk lainnya seperti malaikat dan jin. Bahkan manusia dianggap sebagai makhluk yang suka membuat kegaduhan, pertikaian, perselisihan dan pertumpahan darah. Rupanya Allah sudah mengetahui dalam diri manusia akan ada potensi besar untuk mengelola dunia yang dijadikan sebagai ladang ibadah.
Bekerja yang dilandasi sifat kreatif, tidak akan membosankan, justru sebaliknya menjadikan diri nyaman dalam pekerjaan, karena hidup tidak monoton dan konstan. Sebenarnya naluri manusia selalu ingin berubah, ada hal yang baru. Batin manusia tidak menyukai sifat konstan karena manusia cepat jenuh dan bosan. Nampaknya disini semua mempunyai potensi kreatif. Jadi tidak ada alasan bagi diri untuk hidup sebagaimana adanya, tetapi hidup harus sebagaimana mestinya. Inti dari kata Inspiratif sejalan dengan firman Allah : “ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang merubahnya..”
SPIRIT. Menjalankan inspirasi perlu semangat, karena tidak mudah mengekspresikan ide-ide kreatif ini, pasti ada tantangan, ada rintangan, ada suka dan ada duka. karena itu diperlukan semangat yang kuat untuk mewujudkan sebuah cita dan harapan dalam menjalankan ide-ide kreatif. Spirit bisa dibangun melalui faktor internal dan faktor eksternal. faktor eksternal ini biasanya datang dari seorang pemimpin yang selalu memberikan semangat dan arahan. bisa juga dari teman kerja atau dari bawahan bahkan dari murid sekalipun. keberadaan pemimpin sangat diharapkan untuk membangun budaya kerja bawahannya agar lebih semangat dan optimal dalam mengejar target dan tujuannya. Diri seorang pemimpin harus menjadi obor dalam kegelapan, menerangi relung hati rakyat yang dipimpin. Menjadi penyemangat setiap keadaan yang kritis, untuk menyelesaikan masalah dan bangkit dari keterpurukan. Spirit harus dimiliki oleh setiap orang jika ingin hidupnya berkualitas. Spirit akan menyelesaikan masalah yang dihadapi. karena dengan spirit jiwa seseorang mendapatkan energi yang kuat untuk menuntaskan persoalan dan mengurai benang yang kusut untuk dipintal menjadi kain yang indah. Jadikan spirit sebagai pelita dalam jiwa untuk menjadi perisai diri menjadikan kehidupan lebih berarti.
TAAT : Ketaatan adalah kepatuhan. Pengabdian tertinggi manusia adalah ketaatan kepada Tuhannya. Seluruh aktivitas hidup mesti bermuara pada ketaatan dengan Tuhan. Sebab penciptaan manusia adalah untuk menjalankan ketaatan kepada Tuhannya. Jika pola pikir sudah demikian, maka hidup akan lebih berarti, gerak manusia akan luas, tidak terkungkung oleh keadaan, sekat hidup, pranata sosial dan lainnya yang membuat gerak manusia terbatas. Muara dari pekerjaan adalah menjalankan amanat Tuhan. amanat yang telah digariskan melalui wahyu, bahwa ditugaskannya di dunia adalah untuk menjadi pemimpin, memakmurkan dunia sebagai ladang yang harus digarap, disemai bibit kebaikan dan menghasilkan kemanfaatan untuk banyak orang. keberhasilan seseorang bukan ditentukan oleh keberhasilan dirinya pada sisi kepuasan materi dan benda. tetapi bagaimana dirinya dengan segala identitas yang dimilikinya menjadi kegunaan dalam hidupnya dan hajat orang.
Apapun pekerjaan dan tugas jabatan, hendaknya dilandasi dahulu dengan ketaatan kepada Tuhan dalam menjalankan amanat dari-Nya. Bagaimana caranya? tentu dengan menjadikan pekerjaan sebagai nilai ibadah untuk selanjutnya diteruskan dan diaplikasi pada tugas dan pekerjaan agar menjadi teratur dan tersusun rapi dengan menaati pemimpin. Allah telah memerintahkan manusia untuk menaati Allah, para rasul-Nya dan pemimpin di antara manusia selagi pimpinan itu menjalankan tugas tidak melanggar etika agama dan ketentuan kebaikan yang normatif. Jadi ketaatan kepada Allah sebagai muara dasar dan ketaatan kepada pemimpin sebagai sarana menjalankan pekerjaan agar teratur dan rapi.
Ketaatan pada manusia yang berlebihan dan menjadikan pekerjaan sebagai tumpuan dan tujuan hidup akan mengarah kepada keriaan, tidak tulus mengemban tugas dan amanat. Ini pekerjaan yang dibenci, karena tidak tulus dan pekerjaan itu tidak akan maksimal dengan sebab ada niat dan hajat tertentu dari menjalankan tugas dan pekerjaannya. Etika menjalankan pekerjaan adalah bagaimana pekerjaan menjadi ladang amal, bukan ladang memuaskan hasrat dan keinginan yang berlebihan, apalagi jika sampai bertujuan menjadikannya sebagai tumpuan dan obyek materi. etika bersikap dalam pekerjaan semestinya menjadikan pekerjaan sebagai amanat dan tugas, bukan penentu rupiah atau materi. tugas manusia melaksanakan pekerjaan itu dengan baik. Adapun hasil dari pekerjaan itu serahkan kepada Allah yang membalasnya. Allah tidak akan melakukan kezaliman pada hambaNya dalam membalas pekerjaan yang dilakukannya. pasti penuh keadilan dan kerahiman. bisa saja pekerjaan biasa yang dilakukan, tetapi mendapatkan ganjaran yang lebih dari balasan semestinya. Sementara kalau manusia yang menentukan kalkulasi pekerjaannya dengan nominal atau kebendaan, maka akan rawan ketimpangan dan kesalahan. sebab kalkulasi manusia berdasar pada hasrat dan keinginan, bukan keadilan dan kesamaan. Laksanakan pekerjaan dan tugas dengan ketaatan yang tinggi dan etika yang baik dalam menyikapinya.
ILMU : Ilmu adalah pelita. objek yang diajarkan kepada siswa adalah ilmu. namun tugas seorang pendidik bukan hanya sekedar menyampaikan ilmu, tetapi bagaimana ilmu yang disampaikan menjadi bekal dan pelita dalam diri seorang anak. ilmu itu menjadi manfaat dalam kehidupannya. Seorang guru tidak hanya menyampaikan ilmu, bahkan dituntut dirinya menimba ilmu. ketika menjadi seorang guru, bukan berarti usai sudah mencari ilmu. bahkan lebih dari itu seorang pendidik mesti lebih banyak menguasai ilmu ketimbang anak didiknya. Jadilah pancoran air yang siap mengisi bejana untuk kemaslahatan anak didik. berikan seluruh ilmu yang anda miliki, maka ilmu itu akan bertambah dalam diri anda.
Ilmu bagai team penyelamat kehidupan. Imam Syafi'i berkata siapa yang mencari dunia, harus memiliki ilmu. siapa yang mencari akhirat mesti punya ilmu. bahkan siapa yang mencari dunia dan akhirat wajib memiliki ilmu. dengan ilmu seseorang akan menjadi bijak dan memiliki wawasan yang luas, di samping sifat tawadhu’ ada pada dirinya. orang yang memiliki ilmu sebenarnya dirinya merasa tidak berilmu. karena saking luasnya samudera ilmu, sehingga semakin orang menyelam di samudra ilmu itu maka semakin merasa jauh ke titik terendah dari samudera ilmu.
Begitu pentingnya ilmu, sampai nabi menempatkan kewajiban untuk menuntut ilmu. Bukan fardhu kifayah tetapi fardhu ‘ain, dimana setiap muslim wajib mencari ilmu. Ilmu akan membentuk karakter seseorang menjadi beradab dan cendekia, berperan aktif dalam kebaikan dan mencegah keburukan. puncaknya akan menjadi umat yang terbaik. Dengan bahasa lain, raihlah posisi terbaikmu dengan ilmu.
QURANI : Mencetak generasi rabbani dan membina generasi Qurani. sebuah semboyan yang menjadi gerak langkah civitas Nurul Qolbi. Al Quran sebagai pedoman hidup yang mesti dijadikan barometer setiap aktivitas. Manusia harus berinteraksi bersama al Quran karena seluruh sendi kehidupan ada pada al Quran. sebagai petunjuk al Quran memberikan arahan dan bimbingan dalam setiap kehidupan. Persoalannya banyak di antara kita yang belum sepenuhnya mengamalkan isi al Quran dalam kehidupan. Interaksi dengan al Quran belum maksimal yang seyogyanya harus dilakukan. Ada empat poin berinteraksi dengan al Quran; Membaca, Mengerti, Memahami dan Mengamalkan. Kebanyakan orang baru sekedar membaca dan mengerti, tetapi belum memahami, apa lagi mengamalkan.
Untuk menuju kesuksesan, harus kembali kepada al Quran. Terutama bagi seorang Pendidik dituntut untuk mengamalkan keempat poin tersebut. Bagi akademika Nurul Qolbi al Quran mesti menjadi sahabat setia. Kehidupan di Nurul Qolbi senantiasa bersama al Quran. Tingkat dasar yang harus dikuasai adalah membaca dengan baik dan menghafalnya. Ini rutinitas di lingkungan Nurul Qolbi yang bersahabat dengan al Quran. tidak ada suara di pagi hari selain lantunan al Quran dan asmaul husna. sebelum memulai belajar anak-anak disuguhkan dengan lantunan al Quran yang dibaca setiap shalat duha. Al Quran sebagai pencerah jiwa dan pembuka hati, karena itu mesti disuguhkan kepada anak anak agar ketika belajar mereka dengan mudah memahami pelajaran yang diberikan.
Jadikan al Quran kebutuhan bagi jiwa untuk menentramkan dan menyucikan agar diri diri siap menjalankan aktivitas dan menjadi motivasi kuat dalam menghadapi tantangan dan perjalanan kehidupan. masa depan akan mudah digapai dengan bimbingan dan arahan al Quran.
AMANAH : Dalam tafsir Fi Zilal al-Qur'an, Sayyid Qutb menafsirkan amanah sebagai suatu konsep yang sangat mendasar dan berat, berkaitan erat dengan fitrah kemanusiaan, tanggung jawab moral, dan etika politik dalam menegakkan hukum Allah di muka bumi.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai amanah dalam tafsir Sayyid Qutb:
- Tanggung Jawab Spiritual dan Moral: Amanah adalah tanggung jawab spiritual dan moral besar yang ditawarkan oleh Allah kepada manusia, setelah sebelumnya ditolak oleh langit, bumi, dan gunung karena saking beratnya.
- Keimanan dan Kepatuhan: Amanah utama ini berkaitan dengan penerimaan perintah dan larangan Allah (syariat Islam) secara sadar, serta kesediaan untuk mematuhi dan menegakkannya. Ini adalah pilihan antara beriman (melaksanakan amanah) atau kafir (mengkhianati amanah).
- Dasar Etika Politik: Sayyid Qutb menghubungkan amanah dengan etika politik dan kepemimpinan. Amanah mencakup prinsip-prinsip keadilan, musyawarah, dan persamaan sebagai fondasi untuk masyarakat yang adil. Dalam konteks politik, amanah berarti menegakkan hukum Allah secara adil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
- Konsekuensi Pelaksanaan: Jika manusia melaksanakannya, ia akan mendapatkan ganjaran, dan jika mengabaikannya, akan mendapatkan sanksi. Al-Qur'an menyebutkan bahwa akibat tidak berperilaku amanah adalah mendapat sebutan jahula (bodoh) dan zalim (meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya).
- Cakupan Luas: Amanah tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup kepercayaan antar sesama manusia, harta benda, jabatan, dan tugas lainnya yang diberikan.
Secara keseluruhan, bagi Sayyid Qutb, amanah adalah inti dari eksistensi manusia sebagai khalifah di bumi, yang memikul beban tanggung jawab untuk hidup sesuai dengan petunjuk Ilahi dan menegakkan keadilan dalam segala aspek kehidupan.
Dalam konteks Pendidikan, Amanah ini menjadi penting sekali bagi akademika Nurul Qolbi. Seluruh komponen yang terdiri dari siswa, guru dan pegawai Nurul Qolbi harus menjalankan amanah sebagaimana mestinya sesuai dengan identitas mereka. bagi pelajar, maka amanah ini menuntut ilmu harus dijaga dan dijalankan agar dapat sukses dalam belajar. Bagi Guru, amanah seorang pendidik mesti menjadi barometer dalam setiap pekerjaan sebagai pendidik. Bagi Pegawai Nurul Qolbi amanah tanggung jawab pada tugas dan kewajiban semaksimal mungkin agar stabilitas kegiatan belajar mengajar lancar, aman dan kondusif.
MAHMUDAH : Menghiasi akhlak mulia adalah tujuan pembelajaran dan pembinaan karakter. semua komponen Nurul Qolbi berbasis akhlak mulia. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan tidak pernah luput pembinaan karakter. mulai dari karakter diri sendiri, karakter lingkungan dan karakter interaksi sosial di lingkungan Nurul Qolbi. Bagi Guru dan Pegawai ada 21 butir yang mesti menjadi pedoman dalam bertugas. Semua butir mencerminkan akhlak mulia yang mesti dikuasai dan dimiliki oleh guru dan pegawai. Pada siswa ada etika dan moral yang diwujudkan dalam kesehariannya di lingkungan Nurul Qolbi. Ada etika siswa kepada guru, kepada teman, kepada pegawai. Etika di kelas, di luar kelas, di perpustakaan dll. Semua tertuang dalam Tata kelola dan Pedoman sekolah.
Dalam materi pembelajaran semua terintegrasi dengan akhlak mulia. Pembiasaan dan target setiap materi pelajaran mengajarkan siswa akan pentingnya menanamkan akhlak dalam pribadinya.
AMAL : Bekerja dengan ikhlas dan membimbing dengan hati adalah motto perjuangan bagi pejuang Nurul Qolbi. Identitas lembaga dengan Nurul Qolbi sebagai ikon pendidikan membentuk sasaran utamanya adalah pendidikan hati. Pertama kali yang disentuh adalah hati. karena hati sebagai poros utama dan tengah bagi seluruh anggota tubuh. Muara setiap gerak dan langkah manusia ditentukan oleh hati. karena itu yang disentuh pertama kali adalah hati, bagaimana seluruh akademika Nurul Qiolbi memiliki hati yang bersinar. Dengan demikian akan bisa menerima masukan dan pelajaran hidup yang berharga.
Tidak kalah pentingnya juga memberikan bimbingan dan pelajaran dengan ikhlas. Ikhlas adalah ruh perbuatan. Tanpa keikhlasan perbuatan hanya menjadi bayang-bayang yang tanpa makna dan wujud nyata. Dengan keikhlasan perbuatan akan berkualitas.
Perbuatan berkualitas dan bernilai dalam Islam adalah sesuatu yang mendatangkan manfaat dan kemanfaatan. manfaat untuk diri sendiri dan kemanfaatan untuk orang lain. Di sini seseorang dituntut untuk memberikan kebaikan sebagai kredit point pada dirinya. jika dikatakan orientasi hidup dengan jangka panjang dunia dan akhirat, maka orientasi perbuatan dan pekerjaan itu kepada manfaat untuk diri dan orang lain. Hadits nabi memberikan pernyataan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. jadi puncak amal perbuatan adalah memberikan manfaat. itulah amal yang terbaik dan amal yang bernilai.
Bagaimana mengemas amal perbuatan itu menjadi bernilai? pertama dengan kinerja yang produktif. Amal yang produktif adalah perbuatan yang dihasilkan dari diri sendiri dan bisa bermanfaat. itulah mengapa sahabat rasul bertanya kepada nabi, amal apa yang teristimewa, jawab nabi; usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan tangannya sendiri adalah amal yang paling utama. perbuatan atau amal yang produktif juga bisa memberikan kemanfaatan untuk orang lain yang bisa dirasakan dan dinikmati.
Selanjutnya sesuatu yang menjadikan amal terbaik adalah fokus terhadap perbuatan itu sendiri. Tidak ragu dan bimbang dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya. Yakinkan diri bahwa usaha atau pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang terbaik, yang telah diberikan oleh Allah. Hanya persoalannya bagaimana pekerjaan itu menjadi baik tergantung seseorang bisa memanfaatkan pekerjaan itu.
Pekerjaan bisa bernilai jika dilakukan dengan istiqomah dengan konsistensi pada pekerjaan itu. jika keimanan seseorang dituntut untuk istiqomah, maka perbuatan pun dituntut istiqomah. Untuk menjadikan perbuatan itu terbaik maka dilakukan secara konsisten. Sebaik baik pekerjaan dilakukan secara terus menerus. Nabi pernah di tanyakan hal ini oleh sahabat yang ingin mendapatkan hal terbaik dari suatu perbuatannya. maka kata nabi : Berimanlah kepada Allah dan istiqomah dalam pekerjaan. inilah yang membuat pekerjaan bisa bernilai.
HIKMAH : Bijak dalam bertindak, tegas bersikap dan teladan dalam perilaku. Hikmah sebuah kebijakan yang diambil dalam diri dengan wujud pada tindakan. Tindakan yang bijak akan mendatangkan manfaat dan nilai yang positif bagi diri dan orang lain. semua akan mendapatkan manfaat yang berharga dari sebuah tindakan yang bijaksana. Hikmah ini yang diterapkan dalam lingkungan Nurul Qolbi mengacu pada al Quran surat An-Nahl ayat 125 ( Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya TuhanMu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.)
Hikmah mengandung beberapa arti, diantaranya : Pertama; Pengetahuan tentang rahasia dan faedah segala sesuatu. dengan pengetahuan seseorang ini akan dapat diketahui dan diyakini keberadaannya. Kedua; Perkataan yang tepat dan benar menjadi dalil (argumen) untuk menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil. Ketiga; Mengetahui hukum-hukum al Quran, paham agama, takut kepada Allah, serta benar dalam perkataan dan perbuatan.
Bekerja sebagai pendidik adalah jenis berdakwah. dakwah dengan hikmah adalah dakwah dengan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan rahasia, faedah dan maksud dari agama Allah dengan cara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar mudah dipahami oleh seluruh komponen akademika dan masyarakat.
Inilah hikmah yang menjadi konsen para guru dan pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai dakwah kebaikan. semoga menjadi umat yang terbaik dengan tugas dan kewajiban mengajak kebaikan dan menolak keburukan apapun bentuk dan macamnya. Wallahu A'lam.
















